Belajar Memotret

Angkotan kota yang tidak tertib

Lahap kalau makan di KFC

Arena bermain Timezone, tak pernah sepi
Minggu sore, selepas dhuzur kami bergegas menuju sebuah toko sepatu yang tak jauh dari rumah. Kebetulan anak sulung minta beliin sepatu futsal. Sekalian belajar memotret. Lho..
Tiba di Ramayana -sebuah mall rakyat- kami menjuju lobi utama yang sedang mengadakan acara sale. Karena ada jaket murah dari merk ‘bolehlah’, akhirnya aku embat juga. E, dasar barang bazar, pas dirumah aku periksa, kantongnya bolong. Terpaksa harus ke tukang jahit buat benerinnya.
Entah sudah berapa koleksi CD audio dirumah. Setiap kali makan di KFC, selalu dapat CD Audio dari band2 lokal. Minggu lalu dapat CD Audio Cinta Laura. Sekarang dapat lagi koleksi dari Bonus Band. Belum sempatĀ dengerin. Tapi kalau cd album dari group beage, lagunya enak-enak.
Anak-anak belum selesai makan, tapi aku sudah buruu-buru ingin keluar karena ingin belajar memotret. Kebetulan dua minggu lalu aku membeli sebuah camera digital semi pro merk fuji film. Tidak mahal memang, hanya dua juta sekian saja. Satu yang aku suka dari camdig ini yaitu terdapat fungsi manual yang dapat digunakan sesuai peruntukkannya.
Ciputat yang sudah menjadi kota semi-metropolis kini tak luput dari kemacetan lalu lintas. Lihat saja di depan mall, lalu lalang masyarakat kota seolah berpacu dengan waktu. Mobil angkutan kotapun selalu menjadi dilema, tidak tertib!
Timezone, lokasi bermain anak-anak yang menawarkan banyak pilihan permainan untuk menguji ketangkasan. Memasukkan bola basket ke dalam keranjang sebanyak-banyaknya adalah salah satu game favoriteku dan anak-anak. Asyik memang, walau menguras isi dompet.
Hidup di kota metropolitan, dimana jarang kita temukan sahabat sejati. Sedikit peluh yang keluar harus dibayar dengan materi. Itulah gambaran yang dapat saya ceritakan.